Santridan sastra merupakan dua istilah yang saling terkait. Keduanya berasal dari akar kata yang sama dari bahasa sanskerta yaitu sashtra atau sastra. Menyambuthari Santri, puisi-puisi yang diterbitkan adalah puisi Santri menyentuh hati atau puisi bertema Santri dan kata kata santri dalam bentuk puisi yang berkisah tentang kehidupan santri dan seluk beluk seorang Santri atau seseorang yang mengikuti pendidikan agama Islam di Pesantren. Puisi: Pondok Pesantren. Pondok Pesantren. Saat ku dalam kegelapan. Kau datang membawa lentera penerang. Saatku dalam bimbang. Kau datang tunjukan jalan. Diriku ku dapatkan mutiara ilmu nan gemilang. Dirimu ku selami. Lautan hikmah yang tiada bertepi. Puisialam tentang gunung,cinta,renungan dan keind. Puisi doa di bulan muharram denmas bagus Tembang PaguyubanPenulis dan Pembaca Magelang Ajak Santri Baca Puisi Bersama MAGELANG - Waktu santri di pondok pesantren memang dihabiskan untuk mengaji dan kegiatan ibadah. Namun, tidak kali ini. Peringatan HUT ke-3 Paguyuban Penulis dan Pembaca Magelang (Pamulang), para aktivis mengajak santri ikut membaca puisi bersama. Dengan tema "Aksara Wijaya". Puisi dibacakan oleh para santri Pondok Bergentayangandalam rumah pondok derita. Ini kusangat jengkel dan kesal. Ingin sekali kumembunuhnya. Tapi aku merasa gagal. Karena mereka selalu sembunyi di atap rumah. Haruskah aku kabur dari tempat ini? Oh Tuhan tolonglah. Saat ini aku merasa jenuh. Karena pikiran melayang tak tahu arah. . Ilustrasi Santri hidup menjadi seorang santri memiliki cerita dan kesan tersendiri bagi saya yang pernah tinggal di Pondok Pesantren, pengalaman yang mungkin gak bisa dilupakan semasa hidup saya. Hiruk pikuk perjalanan menjadi seorang santri tentu memberikan warna yang berbeda, karena banyak sekali cerita yang ga bisa saya dapatkan ketika hidup di luar lulus dari Sekolah Dasar saya memang ingin sekali mondok biar pinter ilmu agama katanya hehe, walaupun banyak sebagian orang yang menganggap pondok itu seperti penjara yang mengekang kebebasan dan banyak sekali peraturannya. Bagi saya pondok memang penjara, tapi penjara suci hehehe..Alhamdulillah nya orang tua pun mengabulkan keinginan saya untuk mondok setelah lulus dari Sekolah Dasar. Akhirnya saya dan orang tua saya melakukan survei dari beberapa referensi Pondok Pesantren, mulai yang terdekat sampai yang jauh, dari mulai pondok salafy hingga survei ke beberapa tempat saya mendapatkan tempat Pondok Pesantren modern yang saya pikir sepertinya saya cocok di tempat ini dan saya akan nyaman berada di tempat ini, tempatnya tidak jauh dari rumah kok, jaraknya hanya berkisar 1 jam dari harinya tiba saya berangkat ke Pesantren diantar oleh keluarga besar. Hari pertama ke dua hingga bertahun-tahun hidup di pesantren, saya sangat merasa nyaman dan betah karena mondok adalah kemauan saya sendiri tapi sebenernya walaupun tekad saya untuk mondok sangat tinggi tetap saja ada sedikit hawa pengin pulang ke rumah berada di pesantren selama 6 tahun, mulai dari SMP hingga SMA. banyak sekali pengalaman serta kesan yang saya dapat selama di pesantren, bagi saya pondok pesantren memberikan pelajaran yang sangat berarti. Hidup di pesantren mengajarkan saya bagaimana hidup mandiri, jauh dari orang tua, adik, saudara, bahkan kerabat yang selalu di pondok pesantren saya tidak merasakan kasih sayang secara langsung dari orang tua, namun istimewanya di pondok pesantren kita begitu merasakan kasih sayang dan kebersamaan dengan teman-teman yang sudah seperti keluarga di pondok sangat padat, mulai dari jam 3 pagi bangun untuk salat malam, dilanjut ke masjid untuk salat berjemaah subuh, setalah itu bersiap-siap untuk ke sekolah, kebetulan pondok pesantren yang saya tempati adalah pondok pesantren modern jadinya ada sekolahnya, sepulang sekolah saya rapi-rapi untuk persiapan mengaji sore. Ya sebenernya hidup di pondok itu enak, cuma belajar, sekolah, ngaji, makan, tidur hehe tapi banyak banget orang yang gak betah tinggal di pesantren termasuk saya yang punya tekad kebersamaan, di pesantren kebersamaan antara santri sangat kuat. Saya ingat, jika waktu dijenguk tiba ketika ada orang tua santri yang datang untuk mengunjungi anaknya, pasti wali santri tersebut membawakan nasi untuk anaknya serta santri lainnya yang tinggal sekamar. Dari bungkusan itulah kebersamaan santri sangat terlihat, sebelum makan kami menyatukan bungkusan nasi itu menjadi satu sehingga bisa makan sama-sama, sampai berebut karena saking ramainya, tapi itu sudah menjadi hal biasa sehingga menjadikan sebuah kebersamaan semakin terus berjalan hingga akhirnya saya lulus dari pondok pesantren. Suka dan duka, pahit manis sudah saya rasakan selama mondok 6 tahun. Saya bangga hidup di pesantren karena di pesantren saya sedikit tahu ilmu agama. Saya bangga hidup di pesantren karena di pesantren saya diajarkan untuk hidup bangga hidup di pesantren karena saya bisa merasakan nikmatnya kebersamaan yang tidak bisa saya dapatkan ketika hidup di luar. Saya bangga hidup di pesantren karena saya dididik untuk menjadi insan yang islami. Dan saya bangga hidup di pesantren karena dari pesantren saya tahu bahwasanya ilmu dunia serta akhirat harus seimbang agar tak salah melangkah. Berikut ini adalah puisi tentang kehidupan Pesantren dengan judul puisi pondok pesantren cintaku. bagaimana kisah cerita kehidupan di pesantren dalam bait puisi pesantren yang ditulis oleh anak bercerita seperti puisi santri menuntut ilmu dan puisi renungan santri ataukah berkisah seperti dalam kata kata puisi tentang santriwatiUntuk lebih jelasnya puisi tentang kehidupan di pondok pesantren dan prihal puisi santri Indonesia disimak saja puisi karya anak santri dalam puisi pondok pesantren cintaku dibawah PESANTREN CINTAKUKarya WahyudinurDari rimah aku bertujuan kepondokUntuk mencari ilmu danmenghilngkan kebodohandi pondok…Kumeninggalkan orang tuaalat elektronik dan meninggalkan pacar kitaDi pondok…kita mengaji kitab kuningbukan novel bukan komikyang sering kita baca dirumahKita bestel tiap bulandan kita di pondok….harus rajin, semangat, tekun dan sabar dalam menghapitnyaKita dirumahmakan ayam, burger, pitza, dan lain-lain tapi di pondok….Kita hanya makanoreg, tahu, oncom,tongkol, telur di pondok….Kita harus punya tatakramadan akhlakul karimahdan harus saling kenal mengenalDi pondok….harus menghargai kiyai,orang yang lebih tua dari kita di pondok……itu harus belajar, sholat jama’ahngaji di kiyai atau ustadzdi pondok…….kita harus mentaati tata tertibYang ada di pondokkalau kita pulang,…..wajib izin dahulu kepada kiyaipengasuh atau ketua pondok"Feb, juga Kumpulan puisi hari santri nasional terbaikDemikianlah puisi tentang kehidupan pesantren dengan judul puisi pondok pesantren cintaku, baca juga puisi perpisahan pondok pesantren atau puisi tentang pondokku yang telah diterbitkan sebelumnyaSemoga puisi tentang kehidupan pesantren berjudul pondok pesantren cintaku dapat menghibur dan menginspirasi untuk menulis puisi tentang santri masa depan atau puisi tentang mondok. Puisi santri paling sedih, Foto oleh Pok Rie dari PexelsKehidupan santri ketika menuntut ilmu di pesantren tak jarang akan melahirkan banyak pengalaman spiritual. Banyak juga kisah yang mereka tuangkan dalam sebuah untaian puisi santri paling sedih ataupun menyentuh nyantri, banyak sekali tema puisi yang bisa dibuat oleh para santri. Misalnya puisi santri menuntut ilmu, santri rindu orang tua, puisi untuk ustadz dan sebagainya. Jika kamu ingin tahu lebih jauh bagaimana puisi yang dibuat oleh para santri, simak terus tulisan kali ini Contoh Puisi Santri Paling Sedih tentang HidayahBerikut adalah 3 contoh puisi santri tentang hidayah dan agama Islam yang kami ambilkan dari buku Taman-taman Hidayah karya Khansa adalah bunga yang layu ditinggal hujannyaTerus merapuh semangat pun luruhLalu Engkau menyiramiku dengan rintikan hidayahHingga bunga itu pun tumbuh lagi dengan indahAku adalah langit malam yang ditinggal purnamanyaTerus tenggelam dalam kelamLalu Engkau menyinariku dengan cahaya sunahHingga langit itu pun berhias cerahAku adalah musafir yang tersesat di tengah gersangnya saharaPenuh dahaga menanti hujan turun segeraMemberikan mata air cintaHingga jiwa ini kembali menapaki jalan pulangnyaAku bagai dedaunan yang terbang tertiup anginPergi tanpa arah, tak tahu lagi ke mana harus melangkahKadang tertawan lelah, lalu goyah dan mulai patahNamun Rabbku tak pernah lelah untuk memberikuAku bagai ilalang yang hilang tertiup angin, perlahanLalu Rabbku menemukanku, memberiku rintik hujanMembuatku kembali tumbuh dan menghijauRintik hujan itu bernama hidayahAku laksana rembulan yang kehilangan purnamanya,Lalu Rabbbku menyelamatkanku dengan cahaya terangHingga rembulan itu kini kembali cemerlangCahaya itu bernama hidayah Al Qur’an dan sunahHidayah itu, laksana hujan di tengah kemarau yangMenghidupkan hati-hati yang hampir mati kekeringanLaksana deburan ombak di lautanMeluluhkan hati-hati yang keras bagai karangAkulah dedaunan kering yang terbang tertiup anginLalu jatuh perlahan dalam taman-taman yang indahTaman yang penuh kesejukanTaman yang tanpa kegersanganAku menyebutnya taman-taman hidayahDoaku menyentuh pintu langitMungkinkah ada yang haramHingga doaku seolah karam dan tenggelamMungkinkah ada dosa yang tak biasaAtau penghalang yang membentangApakah rabbku menyimpannyaSebagai tabunganku di surgaApakah rabbku mengabulkannyaDi suatu masa yang luar biasaAdakah Rabbku ingin selalu mendengarRengek pintaku dalam lautan istighfarAdakah Rabbku ingin melihatku bersabarBersabar dalam doa dan ikhtiarNamun seolah kembali lagi padakuAtaukah yang tak terkabulDemikian tadi tiga contoh puisi santri sedih tentang mendapatakan hidayah ataupun puisi santri ngaji sunah dan hijrah. Semoga bisa menginspirasimu ya.NOV Kumpulan puisi tentang Santri, untuk memperingati hari Santri Nasional. Menyambut hari Santri, puisi-puisi yang diterbitkan adalah puisi Santri menyentuh hati atau puisi bertema Santri dan kata kata santri dalam bentuk puisi yang berkisah tentang kehidupan santri dan seluk beluk seorang Santri atau seseorang yang mengikuti pendidikan agama Islam di umumnya Santri adalah orang yang mengerti Ilmu agama Islam karena mereka belajar dan mendalami agama Islam di pondok pesantren sampai mereka lulus. Sebagaimana pengertian Santri menurut bahasa, santri berasal dari bahasa Sanskerta, "shastri" yang memiliki akar kata yang sama dengan kata sastra yang berarti kitab suci, agama dan berkaitan dengan menyambut peringatan hari Santri 22 Oktober berikut adalah susunan daftar judul kumpulan puisi tema santri atau puisi tentang hari Santri Nasional yang dipublikasikan diantaranyaSekitar sepuluh judul contoh puisi bertema santri atau puisi tentang hari santri yang berkisah tentang kehidupan Santri yang ditulis oleh anak anak santri atau anak yang menuntut Ilmu di Puisi Tentang Santri Puisi Untuk Memperingati Hari Santri NasionalBerpedoman pada berbagai sumber, Kata santri memiliki makna dan filosofi, jadi filosofi santri adalah berasal dari kata Sun yang artinya matahari. Dan Three yang artinya tiga. Jadi bila disimpulkan, kata santri maknanya adalah tiga dengan kata kata santri dalam bentuk puisi berikut adalah kumpulan puisi berjudul santri atau puisi bertema santri, yang dilansir dari berbagai sumber, bagaimana kata kata puisi untuk santri, untuk lebih jelasnya disimak saja berikut, diawali dari puisi pesantrenku1. PESANTRENKUOleh Maryani Abdul belum usaiDari rahimmu lahir pencerah" negeriDari dirimu terpancar sinar" IlahiDari dirimu kemanusiaan dan ketuhanan, melebur menjadi sosok-sosok panutanKau bak mata air bening yang mengalirkan hidayah dan pencerahan Ilahi yang tak bertepiPesantrenku,Islam kau Indonesiakan, Indonesia kau pancasilakan, Pancasila kau IslamkanJiwaragamu merah putih, semangat mu Allahu AkbarKau benar" IndonesiaPesantrenkuKeragaman Indonesia kau mulyakanJatidiri bangsa kau bela hingga akhir nafasmuIslam Indonesia kau bahanakanMenggelegar kepelosok nusantaraMenggema disaantero negeriPesantrenkuKau takpernah silau, tak pernah tertipu oleh tawaran kebahagiaan sunyiDari sampah" simbolisme visualYang tecerabut dari akar realitas yang meninabobokanKau istiqomah memilih kesederhanaanKesederhanaan haqiqi yang membahagiakanKebahagiaan yang diridhoi oleh yang maha sederhanaPesantrenkuAir mata benih itu terus mengalir mencerahkan, mencahayakan hakekat kearifanKau penjaga gawang nasionalisme negeri iniKau perawat budaya luhur bangsa iniKau pembimbing suci keimanan umat iniKau tak goyah dihempas badai globalisasiTak tergilas arus modernisasiTak lekang oleh panasTak lapuk oleh hujanKarena ayat-ayat suci sunah nabi selalu menjadi tarikanNafas to list title ↑ puisi Tentang Hari Santri ↑2. PUISI TENTANG SANTRIBagian kedua puisi puisi hari santri atau kata kata santri dalam bentuk bait puisi adalah puisi tentang santri atau contoh puisi tentang santri, bagaimana kata kata santri dalam bait puisi ini, selengkapnya disimak saja contoh puisi anak santri dibawah Santrioleh Noura RamadhanySederhana jiwakuSederhana pula ragakuCahaya terpancar di wajahkuFardu dan taqwa menghampirikuBanyak kawan dan kerabatSuka dan duka sarat tersiratKasih dan sayang ku rawatTerbentuk insan mandiri dan kuatDoa semangatkuKarib pelipur duka laraGuru lentera bahteraKuraih sinar di muka pintu-Santriwati kelas V TMI Darunnajah-IKHLASNYA MENJADI SANTRIKarya Soni KurniawanDisaat aku terlelap di malam hariYang berada dikamarYang beralaskan sebuah karpetAku ikhlas menerima apa adanyaDemi ilmu dan barokahAgar aku menjadi orang yang bergunaWalaupun aku merindukan orang tuaWalaupun aku rindu rumahAku tidak boleh putus asaAku harus kuat dan ikhlas menghadapi cobaan iniYa Allah…Berikanlah saya kekuatan dan keikhlasanUntuk mondok walaupun saya merindukan ayah dan ibuSaya ikhlasPuisi SantriOleh NNSantri...Hidupmu berselimut sepiDirimu terbelenggu di penjara suciDan diammu selalu penuh artiKarena hatimu selalu terpaut dengan Sang IlahiSantri....Kau pegang sunnah NabiSetiap hari kau baca kitab suciHidupmu selalu kau gunakan untuk ngaji.3. Puisi Tentang Hari SantriOleh NNJumat, harinya santriMereka libur tak mengajiBerbondong-bondong ke pasarNaik becak lalu lupa tak membayarKini ada hari santri selain jumatDirayakan oleh ratusan bahkan ribuan umatDi Negeri IndonesiaDiresmikan oleh Bapak Presiden dan seluruh pejabatDi Negeri IndonesiaDua puluh dua OktoberAdalah satu dari sekian saksiPerjuangan para santriMewujudkan impian negeriBack to list title ↑ puisi Tentang Hari Santri ↑4. PUISI SANTRI UNTUK NEGERIKebanggaan tersendiri untuk para santri yang telah berjuang untuk Indonesia ataupun para santri yang sedang menuntut ilmu di pondok pesantren atau para alumni-alumni pondok bangga menjadi santri karena menjadi santri mempunyai ciri khas sendiri untuk memperjuangkan agama yang telah mereka anut Untuk negeri. dan berikut adalah puisi anak santri dalam deretan bait bait puisi Santri untuk dan Bela NegaraOleh NNMelalui sejarah bangsa Indonesiakita melihat begitu banyak yang berperandalam merebut kemerdekaanSebuah peristiwa heroiktelah terjadi di negeri iniPada tanggal 22 Oktober 1945Resolusi Jihad digelorakan oleh Hasyim AsyariBersama dengan alim ulama, santri dan masyarakat SurabayaPekik takbir berkumandangmemenuhi angkasaPenjajahan harus dienyahkandan dimusnahkan dari bumi nusantaraDan puluhan tahun setelah itubangsa ini mengenang peristiwa penting tersebutdengan menandai tanggal tersebutsebagai Hari Santri NasionalRayakannamun ingatlah sejarahpeperangan antara hidup dan matipernah terjadi pada hari ituBack to list title ↑ puisi Tentang Hari Santri ↑5. PUISI SANTRI SEDIHSantri juga manusia bisa sama hal dengan orang kebanyakan punya hati dan perasaan, terkadang juga kesedihan menghampiri bagaimana tidak mereka jauh dari orang-orang yang mereka sayangi seperti ayah dan ibu, demi menuntut ilmu berikut ini adalah puisi santri menyentuh hati atau puisi santri sedih dan kata kata puisi tentang santri sedih yang ditulis anak anak santri silahkan disimak saja berikut SEORANG SANTRIOleh Ibnu Hamzah MaulanaKala hujan tak kunjung redaJutaan kata yang terukirDalam buku lapuk nan usangKala gelap tak kunjung terangBerbaur sunyi dan rindu yang mencekamAdakah lentera dan jalan untuk keluar?Tapi, senja ini penuh dengan seriLembayung merah mengusir semua rasa hampaDalam sujud ku berdo’aSetiap harapanSetiap dambaanYang ada dalam lubuk hatikuMenjadi sebuah kenyataanAtas usaha yang telah aku kerjakanMenyongsong mimpi..Pergi dari nestapa jiwa dan ragaTertatih-tatih ku melangkahTapi dalam naluri sebagai santriBergelora semangat juang yang tak pernah laraDi pojok sana ku menatap masa laluMasa lalu yang penu dengan teriakan seruling syetanTidak lagi..Tidak lagi kuikuti rayuan syetan durjanaSetiap do'a kutersungkurYaa ALLAH…Turunkanlah tafsir mimpi tentang siksaAgar hamba takut akan dosaYaa ALLAH…Mudahkanlah hamba dalam menyingkap rahasiaTentang apa itu bahagiaYaa ALLAH...Berikanlah hamba keluasan ilmu laksana samudraBerikanlah hamba gelar anak shaleh agar hamba bisa membahagiakan orang tuaYaa ALLAH…Bantulah hamba mengepakkan sayapMenuju singgasana muliaKali ini…Kali ini waktunya aku untuk meloncat menjulang tinggiMenyentuh lagit menggapai citaPeradaban akan aku genggam dalam kepalan tanganBack to list title ↑ puisi Tentang Hari Santri ↑6. PUISI TENTANG KEHIDUPAN SANTRISelanjutnya puisi untuk santri adalah puisi tentang kehidupan santri, Tentu kehidupan pada umumnya tidaklah sama dengan kehidupan Santri, karena mereka memiliki aturan tersendiriHal ini karena Lingkungan pesantren kental dengan kedisiplinan ketawadduan dan keikhlasan dalam berbagai dinamika dan latih untuk selalu mandiri. dan berikut adalah puisi tema kehidupan santri atau puisi tentang kehidupan Tempat IniOleh NAFISBerhektar-hektar ditanah sawah perbukitanBerderet-deret kamar juga bangunan-bangunan besarDisepanjang jalan,dihalaman-halaman teduh pepohonanPohon-pohon jati menjadi pondasiAngin berhembus daun-daun tebu mengusik sunyiDitengah malam terdengar tangis tertahanRiuh lantunan Al-qur’an saat fajar menjelangPagi,siang,sore,malam sepoi angin berbaur sya’ir-sya’iranDiwaktu tertentu azan dikumandangkanTerkadang jeritan dipersawahan menyuarakan bebanDitempat ini para orang tua menitipkan anaknyaDitempat ini anak-anak remaja dengan tingkah polahnyaDitempat ini orang-orang dewĆŠÅ’sa menahan hasratnyaDitempat iniTempatnya anak-anak yang terbuang,demi indahnya masa depanHanya untuk meraih ridlo SUCIOleh mulai merangkak di ujung penglihatanKetika sang dara datang menapak jalan kayanganKetika pula ia termangu dalam ketidakpastianJalan di hadapan masih sangatlah panjangTak terasa air matanya jatuhLangkahnya tersudut lalu tersimpuhMeratapi warna jingga disana yang selalu puitisMenggumam dalam, mendikte kalbunya yang memirisā€œIni aku yang menyebut Nama-Muā€dalam iba senja menjelang hening malamIa sang perindu yang tersyairKaryanya syahdu dalam lantunan syair malamDialah sang pujangga yang terlemparRapat terkurung dalam keterasinganDiantara tembok-tembok batu yang mengekangMenggumam dalam, dalam penjara suciā€œInilah aku yang menyebut Nama-Muā€memenjara dalam pesona senja-Mu yang puitisIa pinjam tinta jingga catatan-catatan senjaDari jernihnya hati sang pendo’aIa bagi syair-syairnya sepenuh jiwaBiar siang dan senja ini ikut merenunginyaMengekang nafsu dalam tembok-tembok batuWahai segala pujanggaDengarlah gelora senandung dalam hatinyaYang terlukis dari senja yang menjauhMembulatkan tekadnya yang mulai rapuhMenggumam dalam, dalam senandung do’aā€œWahai segala pujanggaā€ā€œKutitipkan syair rinduku yang menggemaā€ā€œAkan kuambil kembali esok hariā€ā€œSaat terbuka dinding-dinding batu iniā€ā€œInilah aku yang menyebut Nama-Muā€memenjara dalam pesona senja-Mu yang puitisBulat tekadnya untuk berhijrahā€œBismillahi tawakkaltu alallahLaa haula wala quwwata illa billah. to list title ↑ puisi Tentang Hari Santri ↑7. PUISI SANTRI SALAFIKarya Seleding Tentaqleapalah daya saya hanya seorang santri…Tiap harinya hanya ibadah belajar dan mengajiBukan anak yang selalu mengumbar ketenaran diriBukan pula anak yang tenar dikalangan kaum ukhtidan Bukan juga anak yang sok alim dengan kajian Kajian kitab islamiSaya hanyalah seorang santriyang setiap harinya hidup mandiriDan menjalankan semua perintah illahiBukan anak yang hidup dengan kemewahan duniawikarna saya tahu semua itu hanya titipan ilahiSaya hanyalah seorang santriyng ketinggalan zaman modern masa kiniDengan pengetahuan yang minim tentang ilmu teknolgiDan tidak tahu tentang media sosial yang digemari para muda mudi saat iniSaya hanyalah seorang santriYang tiap harinya update ibadah pada sang illahiDan mengisi kekosongan dengan mengajiBukan anak yang slalu update Dimedia tentang kejadian yang dialamiInilah saya yang mempunyai predikat santriYang belajar kajian kajian islami dipondok salafiDemi menjadi insan yang sejati dan bermanfaat dikemudian hariSemoga kami semua diakui oleh guru-guru kami kelak diakhirat nantiamiin….Demikianlah Kumpulan Puisi Tentang Santri atau Puisi Untuk Memperingati Hari Santri Nasional, baca juga puisi-puisi untuk santri yang lain diblog puisi dan kata bijak ini, semoga kumpulan puisi bertema santri yang ditulis anak santri diatas dapat menghibur dan bermanfaat. Puisi Tentang Pesantren – Sebagai seorang Santri maupun Santriwati di Pondok Pesantren, terutama yang duduk di bangku SMP dan SMA, pastinya kalian sudah tidak asing lagi dengan Syair di SMP dan SMA Pondok Pesantren, biasanya di Mata Pelajaran Bahasa Indonesia sudah diajarkan mengenai apa itu Puisi, cara membuat nya, contoh Puisi menyayat hati dan pembahasan lain mengenai karya Tentang PesantrenPuisi Tentang GuruPuisi PerpisahanPuisi Tentang Santri PesantrenPuisi Berantai Tentang PesantrenPuisi Pesantren Tentang Bulan RamadhanKESIMPULANNah, untuk para Santri dan Santriwati, kalian bisa bikin Puisi pendek tentang Pesantren, tentang Cinta pada Guru, tentang Kasih Sayang Orang Tua dan berbagai tema Puisi ada juga tema Puisi Berantai tentang Pesantren yang sedang cukup ramai belakangan ini. Berikut kami sudah menyiapkan beberapa referensi Puisi tentang Pesantren pendek menyayat suatu Acara di Pondok Pesantren seperti Milad, Perpisahan, Pentas Seni, Lomba 17 Agustus dan lain sebagainya seringkali Panitia menyediakan waktu untuk Santri dan Santriwati unjuk susunan acara lain-lain atau Hiburan, nanti akan dibacakan oleh MC atau Pembawa Acara. Sedikit informasi, saat ini ada beberapa Pondok Pesantren yang sudah menerapkan teks MC Bahasa Inggris, terutama di Pesantren Modern seperti Pondok Pesantren Al Azhar, Zam-Zam dan lain dari bahasa apapun yang digunakan MC, inti nya ketika dalam sebuah Acara Pesantren, Putra Putri naik ke atas panggung sebagai salah satu penampil, pasti sebagai Orang Tua kalian merasa banyak jenis penampilan yang bisa dihadirkan para Santri dan Santriwati, diantaranya bernyanyi Solo, bernyanyi Grup / Band, Tari Tradisional, Dance Modern hingga membacakan Syair Puisi tentang Pesantren yang menyayat banyak juga pilihan Puisi tentang Pesantren untuk Orang Tua, Guru, Santri maupun Santriwati yang begitu menyentuh hati. Kemudian di beberapa Ponpes Modern, pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, biasanya Ustadz atau Ustadzah memberikan tugas untuk membuat Syair Puisi tentang demikian, kalian bisa melihat beberapa contoh Puisi tentang Pesantren berikut ini sebagai referensi dalam menulis teks Puisi tentang Anak Pesantren Puisi Tentang GuruPertama ada rekomendasi Puisi Pesantren tentang cinta seorang Santri pada Kyai, Abah atau Pak Guru di Pondok kemarin rasanya,Engkau memompa semangat senyum dan semangat kau berangkat masih terekam kita agama dan bawah bendera besar pesanmu penuh semangat kala tersenyum!Berikan semangatmu!Tunjukan potensimu!Abah mendukungmu!Terus rindu.=============================Kiai MukhalasinKiai Mukhalasin dari bawah cahaya generasi bangsa, daku hadur di pesanmu mengajarkan hidup penuh terjal harus agama tak kenal kata lelah, kata engkau malam rindu suara engkau saat membaca kitab kalam ilahi, kata demi dari konflik makna dan terus bermimpi tentang membawa luka hati yang karena cinta daku dalam pelukan surgaEngkau datang membawa aura dalam relung tubuh ringkik masih itu, di suatu tentang engkau terus datang tanpa waktu engkau datang bersepedaLalu terbuai angin melengkapi sejak mendengar canda sudut dengan apa aku engkau luar biasa, engkau dalam pikiran dan rasaSulit untuk begitu adanyaKhawatir kesempuranaan ini tanpa jejak bersama sejuta kenangan dan hati yang diam melawan semua diabadikan dalam PerpisahanKedua, ada juga Puisi Anak Pesantren yang bercerita tentang Perpisahan. Puisi seperti ini cukup menyentuh hati, dan biasanya ditujukan untuk Guru yang sudah tiada atau dibacakan dalam momen Perpisahan kepergian engkau begitu luar petir di siang tak siap tanpa yang itu tanpa masih penuh udara berubah begitu kelam,Engkau pergi dalam wajah mencoba terjatuh mengalir tanpa pucat bak cepat, aku Tentang Santri PesantrenKemudian untuk para Anak Pesantren, berikut ada beberapa contoh Puisi tentang Santri Pesantren SANTRIPerjuangan yang panjangSayatan pedih yang terukirBahagia dan duka berlaluBersama tawa palsu dan tangis piluRasa sakit yang membeludakRasa rindu yang membuncahHidup bagai dalam penjaraTerkekang erat aturanMeski banyak hal sulit yang melelahkanMeski beratpun tetep bertahanDisinilah hebat nya perjuangan kamiSebagai seorang SANTRI!karya D_Hope 127==============================PondokkuSuara rintik riuh rumput diterpa anginBukit-bukit indah yang tinggi menjulangMengelilingi pondokku iniSenja yang indah mulai tenggelamDiantara bukit-bukit yang indah menawanWarna langit yang cerah nan indahMengelilingi langit pondokkuTarik riuh suara ribuan santri mengajiSambil menunggu azan maghribHal ini membuatku rinduAkan suasana pondok pesantrenSemoga aku berumur panjangUntuk belajar di pesantren lagikarya RAZAPuisi Berantai Tentang PesantrenKemudian ada juga jenis Puisi Berantai tentang Pesantren. Puisi semacam ini cukup unik, karena bakal dibacakan oleh sedikitnya 5 orang dan mereka akan membaca teks Puisi Berantai secara bergantian tanpa titik PESANTREN KUPesantren, tugasmu belum usai,Dari rahimmu lahir pencerah-pencerah negeri,Dari dirimu terpancar sinar-sinar Ilahi,Dari dirimu kemanusiaan dan ketuhanan, melebur menjadi sosok-sosok panutan,Kau bak mata air bening yang mengalirkan hidayah dan pencerahan Ilahi yang tak bertepi,Pesantren ku,Islam kau Indonesiakan, Indonesia kau pancasilakan, Pancasila kau Islamkan,Jiwaragamu merah putih, semangat mu Allahu Akbar,Kau benar-benar Indonesia,Pesantren ku,Keragaman Indonesia kau mulyakan,Jatidiri bangsa kau bela hingga akhir nafas mu,Islam Indonesia kau bahanakan,Menggelegar kepelosok nusantara,Menggema disaantero negeriPesantren ku,Kau takpernah silau, tak pernah tertipu oleh tawaran kebahagiaan sunyiDari sampah-sampah simbolisme visual,Yang tecerabut dari akar realitas yang meninabobokan,Kau istiqomah memilih kesederhanaan,Kesederhanaan haqiqi yang membahagiakan,Kebahagiaan yang dirihoi oleh yang maha sederhana,Pesantren ku,Air mata benih itu terus mengalir mencerahkan, mencahayakan hakekat kearifan,Kau penjaga gawang nasionalisme negeri ini,Kau perawat budaya luhur bangsa ini,Kau pembimbing suci keimanan umat ini,Kau tak goyah dihempas badai globalisasi,Tak tergilas arus modernisasi,Tak lekang oleh panas,Tak lapuk oleh hujan,Karena ayat-ayat suci dan sunah nabi selalu menjadi tarikan nafas suci mu,Pesantren ku,Kau tak boleh sembunyi di lorong-lorong sunyi peradaban dan terkurung oleh ruang dan waktu,Kau tak boleh menjadi penonton cemburu,Kau harus bertengger di pusaran peradaban,Karena hakekatnya, kau adalah peradaban itu sendiri,Pesantren kuKau harus jadi pengendali peradaban,Teguh tak menyerah nafaskan Islam IndonesiaSumbangsih mu tak terbilang, walau bagianmu terbatas,Karena keikhlasan mu tak berujungDarah, nyawa telah kau hibahkan untuk memerdekakan,Kau harus mengisi kemerdekaanTunjukan jatidirimu,Cahayakan kebenaran,Tugasmu belum usai,Pesantren Oleh RomahurmuzySutardji Calzoum BachriFatin HamamaBadriyah FayumiAhmadun Yosi HerfandaHelvy Tiana RosaInayah WahidCandra MalikJoko PinurboPrie GSVina CandrawatiPuisi Pesantren Tentang Bulan RamadhanTerakhir, Puisi tentang kenikmatan Bulan Suci Ramadhan juga telah kami siapkan di bawah ini Menjelang puasaAku berpuisiseperti pagiseperti BayiBangun dari mimpi,Memandang halaman daun-daun basah terbenamKusapu dengan kalam Tuhanlidi-lidi abjad selawatMengumpulkan rindu pada hadiratnyaAku debu basah di tanah Al MustafaMelekat cinta, memasrah batinuntuk hari yang suci=========================KU DENGAR ADZAN ITUMaghrib itu begitu cinta aku padanyaSeupa nasi masuk ke dalam hatiMenjadi selawat yang menyejukkan hidupkuTak ada yang lebih indah dari azan ituSuara yang memanggil namamu di dadakuAku gemetar aku rinduAaktu seolah melesat ke masa lalumemandangmu tersenyum padaku========================MALAM TARAWIHMalam itu tak ada yang lebih nikmatkecuali mengikuti sunahmuSebelas rekaat atau dua puluh tigasama saja di hadapan Tuhanyang penting hati senantiasa menyimpancinta padamu kanjeng Nabi di malam ituAku pun tersungkur lupa diriyang kuingat hanya namaMu,hanya engkau, hanya rinduKESIMPULANDemikianlah rekomendasi dari mengenai Puisi tentang Pesantren dengan tema kasih sayang Santri pada Guru nya, Cinta Santri pada Orang Tua, Puisi Cinta para Santri, Perpisahan dan lain kalian tinggal pilih Puisi mana yang ingin dibacakan atau di contoh sebagai referensi pembuatan Puisi tentang Pesantren untuk mengerjakan tugas Bahasa Indonesia di Pondok Pesantren.

puisi kehidupan di pondok pesantren